LIKE FANPAGE FB YANG BARU KLIK DISINI Namanya Penyegar Timeline Malam atau cari @segarmalamceria

Tempat nonton bokep indo, bokep china, bokep barat, bokep waria, komik hentai, onlyfans leaks dan mulai dari cewek ABG sampe tante-tante, semua ada disini

Mengubah Mama Menjadi Binal

Nama saya Ken, saya berasal dari Bandung, dan saat ini saya sedang belajar di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Saat ini aku berumur 19 tahun, dan merpakan anak tunggal dalam keluargaku. Sekilas mengenai keluarga saya, keluarga saya boleh dibilang sangat berada, dan saya mempunyai seorang mama yang cantik, walaupun usia mama saat itu sudah berumur 40 tahun, dan ayah saya saat itu berumur 46 tahun. Boleh dibilang aku mempunyai rumah tangga yang kurang harmonis, mama dan papaku selalu bertengkar hampir setiap hari. Ini membuat aku sangat kesal dan tidak nyaman untuk berlama-lama di rumah jika aku pulang ke Bandung. Bahkan saking jarangnya, terkadang aku pulang ke rumah hanya setahun sekali. Di Jakarta saya sempat dibeikan rumah dan mobil oleh papaku, sewaktu saya mulai kuliah di Jakarta di daerah Jakarta Barat, Selama saya tinggal di Jakarta, mama dan papa saya belum pernah mengunjungi tempat saya, dan saya merasa senang karena tidak ada yang berisik, juga bisa belajar lebih mandiri. Selama kuliah saya hanya berhubungan lewat telvon jika menghubungi keluarga saya. Sampai suatu hari, saat saya menelfon mama, saat itu mama sedang menangis di telefon. Dan mama bertanya kepada saya apakah dia bisa untuk sementara tiggal di Jakarta bersamaku, dan akhirnya saya setuju untuk mama tinggal sementara di rumahku. Saya juga kasihan melihat mama yang selalu disakiti oleh papa jika mereka bertengkar. Mungkin ini adalah salah satu solusinya pikirku saat itu. Beberapa hari kemudian mama akhirnya datang ke tempatku. Dan sampai di rumahku, mama menceritakan kepada saya bahwa mereka berdua berencana akan bercerai, ternyata papa sudah mempunyai wanita idaman lain, Sayapun awalnya kaget mendengar berita itu bahkan saya sangat marah dan kasihan sama mama, namun saya bisa memaklumi, sepertinya memang ini jalan terbaik bagi mereka berdua. selama di jakarta, mama selalu memenuhi kebutuhan hidupku, mama selalu menyiapkan makanan ketika aku sudah pulang kuliah. Dan selama mama tinggal disini, ada satu hal yang benar-benar membuat aku menjadi terangsang sama mama. Terkadang mama suka mengganti pakaian di kamarnya untuk mengganti pakaian dengan pintu yang kurang rapat, dan aku yang dari awalnya hanya melihat sekilas, lama kelamaan aku mulai mengintip mama ketika dia kebetulan sedang mengganti pakaiannya, dan sepertinya mama selalu tidak menyadari bahwa dirinya sedang diintip olehku. Disitu saya mengetahui, bahwa mama masih mempunyai tubuh yang seksi dan menarik, payudara mama juga masih kencang dan montok, dengan ditunjang wajah yang cantik, pinggang yang ramping, aku yakin pasti banyak pria yang ingin bercinta dengan mama jika melihatnya. Aku sangat terangsang dengan mama, namun tidak bisa melakukan apapun, karena bagaimanapun dia adalah mamaku sendiri, dan aku tidak berani untuk berbuat yang tidak sopan pada mama. Aku hanya dapat melakukan aktifitas mengintip mama mengganti pakaiannya sambil membayangkan sedang bercinta dengan mama. Namun selama aku mengintip mama, ada satu hal yang kusadari,yaitu mama tidak pernah memakai pakaian yang seksi, dan kulihaat bh dan celana dalam mama pun sepertinya tidak ada yang berwarna atau bermotif menantang adrenalin pria. Biasanya mama hanya mengenakan bh dan celana dalam berwarna krem atau putih. Sampai suatu waktu, setelah menyelesaikan ujian akhir semester aku mendapat libur yang panjang, sehingga aku dan mama mepunyai waktu untuk bersama. Aku berencana untuk mengajak mama keluar untuk menonton dan makan malam di luar. Kebetulan biarpun papa dan mama ribut, papa tetap memberikan uang lebih untuk aku dan mama. “Mah, gimana kalau malam ini kita keluar nonton saja, kebetulan kan Ken lagi libur, dan kayanya ada film yang bagus sekarang.” Sahutku “Hmm…wah ide bagus tuh, mama juga bosan disini, kayanya film yang kamu mau nonton menarik sekali, ya sudah nanti malam mama akan temani kamu nonton ya sayang” sahut mama. Akhirnya malam yang dinantipun tiba, aku menunggu mama di ruang tengah, dan betapa terkejutnya aku melihat mama yang sudah dandan, dan mengenakan baju terusan dengan bawahan sampai sedikit di bawah lutut (mama memang sopanjika memakai pakaian), dengan lipstick berwarna merah, dipadu dengan lipglos, sehingga bibir mama terlihat basah, menjadikan mama terlihat sangat sensual malam itu. Aku sempat terkagum-kagum melihat kecantikan dan keanggunan mama, karena selama ini mama memang jarang untuk berdandan, dan jika ke pesta pun mama selalu tampil apa adanya. “Loh Ken, kok malah bengong lihat mama, aneh ya mama dandan kaya gini Ken, kalau gitu mama tukar lagi aja dey” sahut mama “Eh, jangan mah, mama justru cantik dan anggun mah, kalau lagi kaya gini” sahutku “Oh ya? Beneran niy? Kamu ga sedang ngeledek mama kan? Udah tua gini kok dibilang cakep aneh-aneh aja kamu…” sahut mama. “Ya ampun mah, mana berani siy Ken bohong sama mama, apalagi kalau mama berani tampil seksi, Ken yakin pasti mama semakin cantik” sahutku memuji. “Dasar, anak mama udah bisa gombal ya sekarang, belajar dari mana kamu…” sahut mama sambil memegang hidungku dengan tangannya. “Mah, Ken ga bohong, Ken yakin kok mah dengan penampilan mama yang sekarang, pasti masih banyak cowo yang mau ngantri buat dapetin mama”. “Hush, kamu ini kok jadi ngomong ngelantur kaya gini siy…mama jadi malu niy” sahut mama “Bener kok mah, mama itu masih cantik, terus tubuh mama juga masih seksi kalau menurut Ken”sahutku. “Makasih ya sayang,cuma kamu yang ngertiin mama, sudah lama mama tidak mendengar pujian seperti ini untuk mama” sahut mama. “Ya sudah, ayo kita berangkat mah, silakah my lady” sahutku dengan nada mesra sama mama. Mama tersenyum sedikit malu denganku. Aku dan mama kemudian memasuki mobil, dan langsung menuju ke salah satu restaurant yang ada di Jakarta, selama makan aku banyak bercanda dengan mama dan banyak menggoda mama, sepertinya mama benar-benar menikmati makan malam bersamaku. Setelah itu perjalanan kami lanjutkan menuju ke salah satu mall di Jakarta, aku dan mama jalan-jalan di mall tersebut, saat itu kulihat mama mulai berani merangkul pinggangku, walaupun sepertinya mama merangkulku dengan rangkulan yang agak kaku, sepertinya mama juga masih malu-malu terhadapku, dan sebenarnya aku agak ragu untuk membalas rangkulan mama, setelah berpikir beberapa saat, akhirnya aku memberanikan diri untuk memegang pinggang mama, dan sepertinya mama juga tidak keberatan ketika pinggang mama kurangkul dengan tanganku. Baru kali ini aku merangkul pinggang mama, dan dari rangkulan itu aku semakin mengetahui body mama memang masih aduhai, mama benar-benar bisa menjaga tubuhnya, papaku itu benar-benar bodoh meninggalkan mama yang masih mempunyai tubuh seksi kaya gini. Di mall pun aku dan mama sering bercanda, aku menghibur mama dengan bermain di area time zone, dan selama bermain, aku selalu menggoda mama dengan tingkah laku ku ataupun dengan perkataanku. Lama kelamaan rangkulan mama sepertinya sudah benar-benar biasa kepadaku, dan demikian pun aku merangkul pinggang mama juga seperti aku merangkul pinggang seorang kekasih, dan mama juga kali ini terkadang menyandarkan kepalanya ke dadaku. Aku terkadang juga membelai rambut mama. Saat itu di mall aku dan mama sudah tidak Nampak sebagai ibu dan anak, melainkan sebagai sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Saat aku dan mama menonton dalam bioskop pun mama selalu menyenderkan kepalanya ke bahuku. Hari semakin larut, dan malam itu aku dan mama mengunjungi sebuah kafe, sebelum aku dan mama pulang ke rumah. Ketika aku masuk, seorang waitress menanyakan menu apa yang akan kupesan, dan kalau yang datang pasangan kekasih, maka akan mendapatkan diskon 20 persen, dan yang bikin aku tambah senang adalah, waitress tersebut mengatakan untuk membuktikan kalau seandainya memang pasangan kekasihnya yang dibawa, maka haus menunjukkan aksi mesra dari pasangan tersebut, dan waitress tersebut memfotonya. Sebenarnya aku ragu untuk menjawab kalau aku dan mama adalah pasangan kekasih, karena aku takut menyinggung perasaan mama. “Mas…kalau kita bukan pasangan kekasih, ga mungkin donk kita datang hanya berdua ke tempat ini, jam segini pula” sahut mama kepada waitress tersebut. Sontak saja perkataan mama ini membuatku kaget sekaligus bahagia, entah hanya untuk mendapat diskon atau memang mama menganggap aku ini sebagai pacarnya, namun apapun itu aku sangat senang mendengarnya. “Baik kalau begitu saya memfoto kalian berdua, dan kalau bisa tolong tunjukkan foto kalian paling mesra, supaya bisa ditempel di mading kami, dan nanti akan kami undi siapa yang menang, lumayan Bu, pemenang undian ini bisa mendapat liburan berdua ke bali” sahut waitress tersebut. Aku melihat di mading ada salah satu pasangan yang berpose mencium bibir pasangannya, dan sepetinya itu adalah kesempatanku untuk mencium bibir mama, kebetulan mama sedang menganggapku kekasihnya malam itu. “Sayang, kamu mau berpose apa ya” sahutku berpura-pura bingung kepada mama, aku memang mengatakan kata “sayang” kepada mama agar waitress tersebut tidak curiga kalau pasanganku adalah mamaku sendiri. “Iya niy say, aq juga bingung, terserah kamu ajalah, aku nurut aja sama kamu say” sahut mama dengan nada mesra. “Baik bu kalau sudah siap saya akan memfotoya” ungkap waitress tersebut Ketika akan saatnya difoto, aku dengan seketika langsung mencium bibir mama, jelas saja mama sangat kaget ketika aku mencium bibir mama, sepertinya mama tidak menyangka kalau aku akan menciumnya, namun sepertinya mama juga tidak bisa berontak karena saat itu mama tahu bahwa dia dan aku sedang difoto, malah mama mulai membalas ciumanku, dan karena terbawa suasana aku sempat mengeluarkan lidahku untuk masuk ke dalam mulut mama, dan lidah kami sempat saling jilat di mulut mama, dan terkadang aku hisap bibir bawah mama, ketika itu mama menutup matanya, sepertinya mama sangat menikmati french kiss yang aku berikan pada mama. Dan kulihat waitress nya pun mengambil beberapa foto aku french kiss dengan mama. Sampai waitress tersebut akhirnya berkata baik pa…bu…saya rasa sudah cukup, ternyata kalian memang pasangan yang serasi” sahut waitress tersebut. Aku dan mama langsung segera melepaskan ciuman kami,dan kami berdua sempat terdiam barang sejenak. Kulihat wajah mamah sedikit merah, mungkin baru kali ini bibirnya dicium olehku sendiri. Akhirnya kami berduapun memesan makanan, dan setelah memesan makanan aku dan mama masih sempat terdiam, mama masih menundukkan kepalanya dan tidak berani melihatku. “Maafin Ken ya mah, atas kelakuan Ken tadi, Ken benar-benar khilaf, maaf ya mah” sahutku dengan berpura-pura menyesal dan membuka pembicaraan. “Sudah lah Ken, mama tidak marah kok, kamu benar-benar sudah dewasa ya Ken, ciuman tadi adalah ciuman terhangat yang pernah mama dapatkan dari seorang pria. Tapi jujur mama juga kaget, apalagi ketika lidahmu masuk ke dalam mulut mama” sahut mama dengan wajah sedikit merah (Mungkin karena malu) sambil kali ini sudah berani melihat wajahku. “Maaf mah, Ken terbawa nafsu sama mama, abis mama cantik siy”sahutku “Benarkah sayang mama masih cantik menurutmu?”tanya mama “Benar mah, mama itu masih cantik banget, Ken aja tadi sampai nafsu sama mama, Ken yakin kok, pasti saat ini banyak cowo yang masih pengen sama mamah, mah apa mama ga kepikiran untuk punya cowo yang laen” sahutku “Makasih ya sayang buat pujian kamu, mama seneng banget hari ini pergi sama kamu, ini malam terindah mama yang pernah mama rasakan dalam hidup mama, kamu benar-benar cowo yang romantis Ken, mengenai cowo, mama ga pengen ada cowo lagi, mama sudah ada kamu, anak mama satu-satunya, mama sudah puas, oh ya, ngomong-ngomong kamu sudah punya pacar belum Ken?” “Belum mah, sampai saat ini ken masih belum punya cewe, susah juga mah dapetin cewe” sahutku. “Memangnya tipe cewe seperti apa yang kamu suka Ken” selidik mama “Emhh kaya gimana ya? Ken suka tipe cewe seperti mamah, baik, cantik, seksi, penuh perhatian, pokoknya menurut Ken mama bener-bener cewe yang perfect deh”pujiku. Kulihat mama tersipu-sipu malu dengan pujianku, dan sepertinya mama menjadi salah tingkah dengan perkataanku tadi. “Mah, boleh ga mah, kalau Ken menjadikan mama pacar Ken, mama ga keberatan kan” sahutku, mamaku jelas sangat kaget dengan perkataanku itu. “Ken, kamu yakin, mama ini sudah tua, apa kamu ga malu jalan sama mamah, lagian kamu harusnya mencari pacar yang memang kamu suka sayang”sahut mama “Mah, Ken udah bilang berkali-kali, menurut Ken mama itu masih cantik banget, terus mama juga perhatian selama ini sama Ken, dan kalau Ken malu, mana mungkin hari ini Ken mau jalan bareng sama mama, cewe yang Ken suka Cuma mamah aja saat ini” sahutku. Kulihat mama berpikir dan diam sejenak. Sepertinya mama sedang memikirkan tawaranku tadi. “Baik Ken, mama bersedia jadi pacarmu, tapi Cuma sementara saja ya sayang, sampai kamu memang mempunyai wanita yang memang kamu suka, kamu janji” sahut mama. “Bener mah? Mama mau jadi pacarnya Ken? Mama ga nyesel? “ sahutku. “Engga Ken, mama senang jalan sama kamu, kalau kamu memang mau menganggap mama pacarmu, mama mana bisa menolak, terima kasih ya sayang kamu sudah mau jadi pacar mama, mama tidak menyesal punya pacar kaya kamu, ganteng, romantis lagi, tidak seperti papamu, kasar dan selalu egois, pokoknya mama mulai saat ini Cuma peduli sama kamu aja, kamu adalah segalanya buat mama”sahut mama dengan sambil menitikkan air mata. “Makasih mah, Ken seneng banget mama mau anggep Ken pacar mama” sahutku dengan nada mesra, dan akupun memeluk tubuh mama, dan mama hanya menyandarkan kepalanya di tubuhku. Aku membelai rambut mama dengan penuh kasih sayang, dan mama semakin menangis di dadaku. “Mah kenapa mama menangis? Mama ga suka ya mah jadi pacarnya Ken? Ken ga maksa kok mah kalau mama memang ga mau dan keberatan” sahutku “Tidak Ken, mama menangis karena mama bahagia, mama bahagia banget malam ini” sahut mamaku. “Mah, sini Ken bersihin air mata mama, cewe kaya mamah kalau nangis jadi jelek mah, nah sekarang coba mama pejamkan mata mama” sahutku. Mamakupun memejamkan matanya, dan aku mendekati wajah mama dan aku langsung menjilat pipi mama yang sudah dibasahi dengan air mata dengan lidahku, kebetulan saat itu cafenya sedang sepi, jadi aku berani melakukan hal tersebut sama mama. Dan kulihat mama tidak marah dan berontak, juga kaget. Mama hanya diam saja dan menikmati jilatan lidahku di pipinya. Dan ketika selesai menjlat pipi mama dari bawah sampai ke bagian matanya. Mama membuka matanya. “Mah, kulit mama benr-benar halus, terasa lembut di lidah Ken”sahutku, mama hanya tersenyum saja mendengar hal itu. “Ken, mulai sekarang kalau kita hanya berdua, kamu boleh panggil nama mama saja, kan kita sudah jadi pacar”sahut mama. “Iya Shinta, asal kamu senang aku akan melakukan apapun untukmu” sahutku “Terima kasih ya Mas ken” sahut mama dengan mesra sambil memanggilku dengan sebutan Mas. Akhirnya malam itu aku dan mama minikmati minuman yang kami pesan di kafe, dan setelah itu kamipun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, aku langsung merangkul tubuh mama dari belakang, dan mama memegang tanganku yang sedang merangkulnya, dan ketika mama berbalik menghadapku, kembali aku langsung mencium bibir mama. Mama membalas ciumanku dengan penuh mesra, dan sepertinya mama sudah belajar dari ciumanku yang pertama, kali ini giliran mama yang menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku, lidah aku dan mama saling berpagutan di dalam mulutku. Sambil bernciuman, aku mengarahkan mama ke kursi tamu, dan di kursi tamu itu ciuman aku dan mama semakin bernafsu, posisi mama saat itu terlentang di kursi tamu, sedang aku menindih tubuh mama. Kali ini aku dan mama menghentikan ciuman, dan aku menjulurkan lidah ku keluar, dan mama juga melakukan hal yang sama. Lidah aku dan mama kali ini saling jilat di luar mulut, dan puncaknya aku mengeluarkan air liurku, dan mama menerimanya dengan lidahnya. Ohhh…sungguh permainan french kiss yang nikmat, dan mama juga bisa mengikuti permainan french kiss ku saat itu. Tiba-tiba mama melepaskan ciumannya padaku, dan kali ini wajah kami berdua saling berpandangan, saat itu posisiku sedang menindih tubh mama, dengan aku di atas dan mama di bawah. “ Ken, boleh mama tahu,k amu belajar dari mana tehnik mencium seperti ini” tanya mama kepadaku. “Ohh, jujur saja mah, Ken belajar dari film porno yang sering Ken tonton” sahutku “Mamah ga marah kan?” tanyaku pada mamah “Tidak Ken, itu artinya kamu memang sudah mulai dewasa, tapi kamu harus janji, kamu tidak boleh sampai jatuh ke dalam seks bebas ya sayang, berjanjilah sama mama, apalagi kalau kamu maen sama pelacur” sahut mama “Iya mama sayang, oh ya mah, kalau boleh Ken tahu, memang mama belum pernah ya ciuman seperti itu sama papa dulu” tanyaku “Belum sayang, mama sama papa kalau ciuman hanya biasa saja, tidak sampai memasukkan lidah ke dalam mulut” sahut mamaku polos “Lalu kata mama, lebih enak mana, ciuman yang Ken berikan sama mama atau ciuman yang papa berikan” “Ken, ciuman kamu yang kamu berkan itu adalah ciuman paling romantis yang pernah mama terima dari seorang pria, kamu memang seorang cowo yang romantis Ken” sahut mama. “Mama juga hebat mah, walaupun mama belum pernah melakukan french kiss, tapi sepertinya mama sudah langsung mengikuti gerakan yang Ken lakukan, mama benar-benar punya bakat dalam kissing” pujiku pada mama. Tak lama kenudian kembali aku dan mama berciuman, dan kembali lidah aku saling berpagutan, kali ini di dalam mulut mama,tanganku sudah mulai berani mengelus paha mama yang putih mulus, belaianku di paha mama semakin lama semakin naik ke atas, sehingga membuat rok mama terangkat ke atas, kulihat mama masih memejamkan matanya dan tetap berciuman denganku. Dan karena elusan tanganku terus naik ke atas, akhirnya elusanku sampai di bagian selangkangan mama, sekilas aku dapat meliha cd mama yang berwarna krem polos, dan berbahan kain. Ketika tanganku sudah sampai di selangkangan mama, tiba-tiba tangan mama memegang tanganku, dan melepaskan ciumannya pada bibirku. “Ken,,,jangan Ken…ini tidak boleh sayang…”sahut mama, namun tanganku masih tetap ada di selangkangan mama, dan dari selangkangan mama aku dapat melihat sekilas bulu jembut mama yang sebagian keluar dari bagian pinggir celana dalamnya, sepertinya bulu jembut mama sangat lebat, dan ini membuat aku semakin bertambah horny dengan mama. “Ayolah mah…sebentar saja kok, Ken ingin memberikan yang terbaik buat mamah, Ayo donk mah…sebentaaaaar saja …”sahutku dengan nada manja, sambil kali ini tanganku sudah kembali mengelus bagian tengah vagina mama yang masih ditutupi celana dalamnya. Kurasakan celana dalam yang mama pakai juga sudah mulai basah. Sepertinya mama sudah terangsang. “Ken…jangan Ken…ini tabu sayang…ini tidak boleh sayang…ahhhhhh”desah mama ketika satu jariku menyelinap masuk melalui pinggir celana dalamnya dan langsung mencari lubang vagina mama, aku merasakan bulu jembut mama semakin lebat di jariku, dan ketika aku sudah berhasil menemukan lubang vagina mama, tanpa ragu lagi aku langsung memasukkan jariku ke dalam lubang vagina mama yang semakin basah. Aku memainkan jari telunjukku yang sudah masuk ke dalam vagina mama, mama mulai menggeliat-geliatkan tubuhnya menahan rangsangan yang kuberikan, tangan mama masih memegang tangan kananku yang jari telunjukku sudah masuk ke dalam vaginanya, namun mama tidak berusaha untuk menarik tanganku, hanya memegang tanganku saja. “Ahhh…ah…oh….Ken…Auhhh…Ken…jangan sayang…ahhh…nakal kamu…ahhh…nanti mama….terangsang…ahhhhh”desah mama semakin menjadi, kurasakan jari telunjukku benar-benar seperti ada yang memijat dan menjepit oleh dinding vagina mama. Supaya mama tidak berisik, aku kembali menyumpal bibir mama dengan bibirku, kumasukkan kembali lidahku ke dalam mulut mama, sambil tanganku masih tetap mempermainkan vagina mama dengan jari telunjukku. Kali ini tangan kiriku mulai meremas-remas payudara mama, kurasakan payudara mama memang masih kencang dan padat, mama masih berontak untuk melepaskan pelukanku, namun semakin mama berontak, aku semakin memaksa mama, karena nafsuku juga sudah semakin memuncak dan tidak dapt ditahan lagi, untuk sementara aku menghentikan cumbuanku pada mama, dan kocokan jaariku pada mama, aku membuka paksa resleting baju mama yang ada di bagian punggungnya, kemudian aku menurunkannya dengan paksa, sehingga kini mama hanya mengenakan bh berwarna krem dan celana dalam yang juga berwarna sama. Kulihat payudara mama juga sepertinya akan berontak keluar dari bhnya, aku kemudian membuka celanaku dan kontolku yang tegak menantang langsung keluar, mama semakin ketakutan dan berusaha berlari dariku. Aku mengejar mama, dan kebetulan mama berlari juga ke arah kamarku, kutangkap tubuh mama dan kulemparkan ke sofa springbed di kamarku, kembali aku mencium mama dengan paksa di atas ranjang,kali ini mama berontak, dan aku tetap memaksa, kali ini sambil kucium aku menurunkan cd mamah, dan sejenak aku terpesona dengan keindahan dari vagina mamaku, dimana bulu jembut mama benar-benar lebat. “Ohhh mah…bulu jembut mama indah dan lebat sekali” pujiku pada mama sambil mengelus-elus bulu jembutnya. “Plakkk…. tiba-tiba sebuah tamparan keras menghujam pipiku, karena mama langsung menamparku saat itu. “Brengsek kamu Ken, teganya kamu berbuat nista seperti ini sama mama” bentak mamaku, dan akrena aku sudah terlanjur basah dan sepertinya nafsuku pada mama juga semakin memuncak, maka kembali aku langsung menggerayangi tubuh mama, melanjutkan permainanku yang tadi sempat tertunda sebentar, dan tanpa membuang waktu lagi aku langsung mengarahkan kontolku kebagian vagina mama. “Ken….jangan Ken…jangan diteruskan…sadar ken…ini mama sayang…jangan perkosa mama sayang…please…Ken…ahhhhh”desah mama ketika aku langsung menghujamkan kontolku masuk ke dalam vagina mama, karena kontolku besar, kontolku tidak sepenuhnya masuk ke dalam vagina mama, hanya sebagian saja yang masuk ke dalam vaginanya. “ahhhh…ahhh…Ken…jangan sayang…ah…ini dosa sayang…sayang…ahhhhhh…ahhh” desah mama semakin keras ketika aku terus memaksa kontolku untuk masuk semuanya ke dalam vagina mama. “Ahhh…ahh…mah…vagina mama seret banget, kaya wanita yang masih perawan…nikmat banget vagina mama…”kataku sambil mendesah sedikit kenikmatan. Saat itu kedua tangan mama sudah kupegang dengan kedua tanganku, agar mama tidak bias berontak lagi, dan kedua kaki mama juga sudah mengangkang lebar. Sepertinya mama terlihat mulai pasrah dengan nasibnya yang sedang diperkosa oleh anaknya sendiri, dan karena aku terus menghujamkan dengan terus menerus dan sepenuh tenaga, akhirnya kontolku masuk sepenuhnya ke dalam vagina mama. Kurasakan kontolku semakin dijepit dan dipijat di dalam vagina mama, dan saat itu vagina mama juga sudah semakin basah. “Ahhh…Ken…ahhh…ahhh…ohhh…ohhh…auhh…sakit Ken…ah…”desah mama “Sabar ya mah…bentar lagi juga enak kok mah…sabar ya sayang…” sahutku sambil kali ini mempercepat genjotanku pada vagina mama, dan ini membuat mama semakin mendesah keras. Saat itu posisi kedua tanganku sudah tidak memegang kedua tangan mama, karena sepertinya mama sudah mulai tidakmemberontak. Posisi kedua tanganku saat itu mencengkram kedua bahu mama kanan dan kiri dari arah belakang (seperti orang yang sedang memeluk), sedang kedua tangan mama memegang erat kedua bahuku dari arah depan. “Ah…Ken…shhhh….ahhh…ahhh…mama…mama udah ga kuat…ah…ah…Ken…ahhhhh…ahhhhhhhhhh”desah mama berteriak kencang, dan bersamaan dengan itu aku merasakan semburan cairan dari dalam vagina mama di kontolku yang ada di dalam vagina mama. Sepertinya mama sudah mencapai orgasme, namun aku masih tetap menggenjot vagina mama, dan tak lama akupun mengeluarkan kontolku, dan menumpahkan spermaku di bagian payudara mama yang masih tertutup bhnya. “Cretttt…crettt…crottt…crottt…”spermaku sangat deras keluar, dan tidak hanya mengenai bagian payudara mama yang masih tertutup bhnya, namun ada sebagian yang mengenai bagian wajahnya. Saat itu tubuh mama juga sudah banjir dengan keringat, dan nafas mama juga tersenggal-senggal dengan cepat. Maklum, sepertinya aku dan mama melakukan permainan dalam jangka waktu yang cukup lama menurutku, kalau perkiraanku tak salah, hampir satu jam Aku memperkosa mama. Setelah nafas mama sudah sedikit teratur, akupun langsung merangkul mama, dan mama menangis. “Mah…maafin Ken…Ken bener-bener nafsu mah ngeliat tubuh mama…maafin Ken ya mah” kataku dengan penuh penyesalan. “Kamu jahat Ken sama mamah…teganya kamu perkosa mamah…mama sebel sama kamu…mama sebel samakamu” sahut mamaku sambil kedua tangannya memukul-mukul dadaku. Aku hanya diam saja, dan akhirnya aku merangkul tubuh mama. akhirnya mamaku juga hanya menangis di dadaku. Akupun berusaha membelai rambut mamah. “Mah, Ken salah…Ken udah jahat sama mama…maafin Ken ya mah…Ken salah” sahutku berpura-pura, dan kali ini aku menampar-nampar pipiku dengan kedua tangannya sendiri. Mama yang melihat hal itu berusaha menahannya. “Hentikan ken…sudahlah Ken…mama juga salah…mama sudah memberikan rangsangan sama kamu” sahut mama sambil balas membelaiku. Keadaan aku dan mama saat itu sudah hampir telanjang bulat, kecuali mama yang masih menggunakan bhnya, namun kedua tali bhnya sudah melorot. “Mah…mamah udah baik sama Ken, terus udah sayang sama Ken, tapi Ken malah berbuat kaya gini sama mama, Ken benar-benar bersalah sama mama” sahutku dengan menangis. Mamaku juga menangis, dan makin mempererat pelukannya padaku. “Sudahlah Ken, ini sudah terjadi, mama sudah maafin kamu, kamu anak satu-satunya yang mama punya, sudah sewajarnya mama memberikan seluruh kasih sayang mama sama kamu” sahut mama “Oh mama…Ken sayang banget sama mama…mama adalah satu-satunya wanita yang paling ngertiin Ken…makasih ya mah buat pengertian mama” sahutku sambil merangkul tubuh mama, akhirnya aku dan mama hanya berpelukan di ranjangku dengan kondisi mama yang hanya mengenakan bhnya saja. Mama mengusap wajahku dengan penuh kasih sayang, dan aku juga mengusap wajah mama yang sudah basah, mungkin karena bekas air mata, air mani, dan bercampur keringat juga. “Mah, mama seksi sekali kalau lagi telanjang begini, tubuh mama benar-benar seksi, bukan hati mama saja yang baik dan cantik, tapi tubuh mama juga secantik hati mama, mama sperti bintang film porno jepang. Oh ya, apa mama tidak mempunyai pikiran untuk mencari lelaki lain mah? Ken yakin mah, masih banyak cowo yang kepincut dan pengen ML sama mama dengan tubuh seksi kaya gini, apalagi…”aku langsung menghentikan bicaraku. “Apalagi apa sayang? Tanya mama dengan sedikit penasaran dan dengan wajah yang sudah mulai tersenyum. “Ayo apalagi apa…ga usah malu-malu sayang, mama ga bakal marah kok apapun yang kamu omongkan? Tanya mamaku. “Apalagi permainan seks mama di atas ranjang benar-benar liar dan nikmat “ pujiku pada mama, namun aku tidak berani melihat wajah mama setelah itu, mungkin karena aku malu setelah berani mengatakan hal yang kurang sopan pada mama. Wajahku saat itu sedikit merah, dan mama hanya sedikit tersenyum saja padaku, dan kemudian tangan kanan mama memegang jidatku, dan mengarahkan pandanganku untuk bertatapan kembali dengan mama. “Apakah benar sayang permainan mama masih hot, kamu ini aneh-aneh aja dey Ken, mama sudah berumur, dan tadi aja mama sulit mengimbangi perkosaan kamu” sahut mama. “Mah, Ken itu ga bohong, mama seperti kuda betina liar yang sulit diatasi jika sudah bermain di atas ranjang , mama seperti wanita binal kalau sudah berada di atas ranjang, Ken rasa papa sudah sangat membuat kekeliruan besar meninggalkan wanita secantik, seanggun, dan sebinal mama kalau waktu di ranjang“sahutku dengan kata-kata yang sudah berani lancang pada mama. Namun sepertinya mama tidak marah dengan perkataanku. “Terima kasih sayang untuk pujiannya…kamu suka dengan tubuh mama sayang? “Suka mah…ken suka sekali denga tubuh mama…tubuh mama benar-benar masih…” belum selesai aku menyelesaikan omonganku, jari telunjuk mama sudah menutup mulutku. “Kalau begitu mama sudah tidak perlu mencari lelaki lain kan sayang?” “Kalau begitu mama sudah tidak perlu mencari lelaki lain kan sayang?” “Maksud mamah?” pikirku heran tak mengerti “Karena tubuh mama ini tidak akan mama serahkan pada lelaki manapun, mulai malam ini tubuh mama ini adalah milikmu sayang…kamu bebas mengeksploitasi tubuh mama kapanpun kamu butuh sayang. Mama pikir, kamu memang pantas mendapatkannya Ken, sewaktu tadi kamu menyetubuhi mama, mama berfikir mama sudah kehilangan papamu, dan selama ini kamu yang terus terkena dampak jika mama dan papamu bertengkar, mama pikir inilah saatnya mama menyenangkanmu. Mama sudah tidak perduli lagi dengan papamu, saat ini hanya kamu saja sayang yang mama perdulikan sayang” sahut mama dengan nada mesra. Tentu saja perkataan mama ini benar-benar bak petir di siang bolong, aku tak menyangka bahwa mama akan berkata seperti ini. “Mah…benarkah perkataaan mama tadi? Mama bersedia melayani Ken seumur hidup mamah? Jujur mah, kayanya perkataan mama tadi masih terasa seperti mimpi bagi Ken mah, boleh mama ulangi lagi mah kata-kata mama barusan”kataku dengan sedikit gemetar seolah masih tak percaya omongan mamaku. “Iiihhh…kamu nakal dey godain mama terus…”sahut mama dengan nada manja. “Baiklah sayang, mama akan ulangi perkataan mama buat Mas Ken, Mulai malam ini tubuh mama ini adalah milikmu seorang Ken, kamu tidak sedang bermimpi sayang” sahut mama. “Ohh mama, mamah tau tidak, malam ini adalah malam yang sangat menyenangkan bagi Ken bisa mendapatkan tubuh seorang wanita secantik dan semulus mama” sahutku dengan gembira. Malam itu aku dan mama tidur seperti layaknya suami istri, aku dan mama saling berpelukan. Keesokan paginya aku bangun dan melihat mama sudah tidak ada, ketika aku keluar, ternyata mama sudah ada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi. Kulihat mama mengenakan piyama terusanyang panjangnya sampai ke bawah lutut. Sepertinya mama tidak menyadari kehadiranku, aku langsung merangkul mama dari belakang. “Pagi mamaku sayang…kamu kok pagi amat siy bangunnya”sahutku manja. “Mas, kan Shinta udah bilang kalau Mas ken panggil saja nama Shinta, aku kan sekarang sudah punya kamu” kata mama “Emh…ntar aja dey…kalau saya ingat, saya panggil Shinta, tapi kalau tidak…ya saya panggil mama, lagian untuk sementara Ken lebih suka mama manggil saya Mas Ken tapi Ken tetep bilang kata mamah ke mama jangan pakai kata Shinta, kamu ga eberatan kan sayang?” sahutku. “Ya engga lah mas, yang penting kamu senang, mama pasti akan nurut sama Mas” sahut mamaku. “Oh ya mah…boleh ga kamu buka pakaian piyama kamu sekarang? Sahutku memberanikan diri. Kulihat mama hanya tersenyum saja, dan tiba-tiba mama melapaskan baju piyamanya, sehingga ali ini mama hanya mengenakan cd dan bh berwarna krem. Mama memberikan baju piyama itu kepadaku. Aku benar-benar takjub melihat mama tubuh mama, aku baru teringat semalam aku belum melihat payudara mama. “Mah…sekarang mama tanggalkan bh mama” sahutku, dan mama sepertinya langsung menanggalkan bhnya, dan tersembullah paydara nan indah, ternyata payudara mama masih sangat kencang dan padat, mama memang pintar merawat tubuhnya. “Ooohh mah…mama ternyata mama punya payudara seindah ini…boleh Ken mencicipi payudara yang ranum ini” sahutku. “Tentu saja sayang….payudara mamah ini kan sudah menjadi milikmu juga, kamu berhak mencicipinya kok” sahut mama. mama langsung mendekatiku, dan menyodorkan kedua payudaranya ke mulutku, aku yang tak tahan langsung menghisap payudara sebelah kiri mamah, sedang tanganku meremas payudara sebelah kanannya, sementara tanga kiriku berusaha menurunkan celana dalam yang mama pakai, sehingga kini keadaan mama sudah telanjang bulat tanpa ada satu benang pun yang hinggap di tubuh mama. “Ahhhh….Mas….ah….emhhh…auhhh…” desah mama ketika aku mulai meremas-remas payudara mama sebelah kana dengan tangan kananku. Tangan kiriku kini meyentuh bagian vagina mama yang sepertinya mulai basah kembali, aku memutar-mutar bagian permukaan vagina mama dengan tangan kiriku sehingga membuat mama semakin tambah mendesah. “Ah…mas…geli…mas…ah…ah…nikmat mas…auhh…ahhhh”desah mama “Sabar sayang, oh memek mama benar-benar masih legit mah, susu mamah juga nikmat…bulujembut kamu lebat sekali mah, boleh Ken potong mah? Sahutku “ah…ah…Iya sayang…emhh, kamu boleh melakukan apapun sama tubuh mama…ahhh”desah mamaku sambil masih tetap mendesah karena kali ini jariku kumasukkan ke dalam vagina mama. “Mas…ah…mas Ken…ah…ah…enak banget….mas…ah…ah…mama ga tahan sayang…ah…ahhh…auhhhhh”desah mamaku panjang, sepertinya mama sudah mencapai orgasme kembali, dan mama langsung tersungkur lemas di lantai dapur. Aku membiarkan mama beristirahat sejenak, dan tak lama kuajak mama ke ruang tamu, dan mama duduk di kursi tamu, kusuruh mama mengangkang kan kedua kakinya lebar-lebar, sementara aku sudah mengambil alat pencukur, aku memang akan mencukur bulu jembut mama yang ada di vaginanya, namun aku tidak mencukur semuanya. Bulu jembut mama hanya aku tipiskan saja, dan aku bentuk seperti segitiga. “Aduh…Ken…bulu jembut mama mau kamu apakan…kamu nakal dey” sahut mama dengan nada menggoda. “Sabar ya mah, ken hanya ingin merapikan bulu memek mama ko, biar keliatan lebih seksi” sahutku, dan tak lama akupun selesai menipiskan bulu kemaluan mamaku, dan membentuk segitiga. “Lihat mah, sekarang terlihat lebih rapih dan seksi kan, soalnya lubang vagina mama juga sudah terlihat lebih jelas, karena tidak tertutup bulu jembut mama” sahutku menggoda. “Ah dasar kamu Ken…mama jadi malu niy” sahut mama dengan wajah yang sedikit merah. “Ga apa-apa sayang, begini lebih terlihat bagus kok, Oh ya Mah, sambil sarapan bagaimana kalau kita nonton film porno biar sekalian mama belajar juga’ sahutku “Iya sayang, terserah kamu saja, mama menurut” sahut mamaku. Kemudian mamaku kembali menyiapkan makanan yang tadi sempat tertunda, sementara aku menyiapkan dvd yang akan kutonton bersama mama. setelah mama selesai menyiapkan makanannya, aku menyetel dvdnya, kemudian seperti raja aku disuapi oleh mama, namun mama masih dalam keadaan telanjang bulat, karena aku memang masih belum untuk menyuruh mama memakai pakaiannya kembali. Kebetulan di film tersebut sang wanitanya memakai pakaian yang sangat seksi sekali, rok mini pendek, dengan kaki dilapisi stocking jaring hitam, dan ketika wanita tersebut akan dientot oleh lawan mainnya, dia membuka pakaiannya, dan wanita tersebut memakai garter dan cd g-string. “Mah…mama keberatan ga kalau mama memakai pakaian seperti itu”sahutku pada mama.Kulihat mama sempat berpikir sejenak. “Mas Ken…kamu suka ya kalau mama berdandan seperti itu” sahut mama “Tentu saja Ken senang mah, Ken yakin mah, mama itu pakai pakaian biasa aja aja udah seksi apalagi kalau mama pakai pakaian seperti ini”sahutku “Baiklah sayang, apapun yang kamu suka lakukanlah sayang, asal kamu suka dan senang mama akan memakai pakaian tersebut hanya untukmu, tapi sepertinya mama harus membelinya dulu, soalnya mama belum pernah memiliki pakaian seperti itu” sahut mama. “Oke mah, kalau gitu setelah nonton dvd inikita jalan keluar ya mah untuk membelinya”sahutku “Iya sayang” sahut mama dengan pandangan yang sudah mulai memperhatikan filmnya, raut wajah mama sepertinya sedikit geli ketika sang wanita mulai mengulum kontol dari lawan mainnya. “Ihhh…apa mereka tidak jorok ya melakukan gaya seperti itu” sahut mama “Mah…itu namanya oral seks, sepertinya mama perlu banyak belajar dey gaya-gaya seks, gimana kalau sekarang mama coba untuk menjilat kontol aku” sahutku sambil kali ini aku melepaskan celanaku, d an tersembullah kontlku yang sudah berdiri tegak menjulang. Kulihat mama sebenarnya agak ragu untuk menghisap dan menjilat kontolku. “Ayo kemarikan tangan kanan mamah, Ken akan ajarkan sama mama caranya” sahutku sambil menuntun tangan kanan mama untuk membelai kontolku, dan kali ini aku menyuruh mama untuk mulai mengocok kontolku dengan gerakan seperti mengurut. Mama menggenggam kontolku dengan tangan kanannya, kemudian dia mulai menaik turunkan kontolku dalam genggamannya. “Ohhh..mah…enak…enak sayang…mama ternyata sudah mulai pintar ya mengocok” sahutku. Kulihat mama masih konsen untuk mengocok kontolku dengan tangan kanannya. “Ok mah, sekarang coba mama jilat kontol Ken” sahut ku pada mama. dan mama juga langsung mendekati mulutnya ke kontolku, dan mama menjulurkan lidahnya, dan langsung menjilat kontolku. Mama menjilat pinggir kontolku dari bawah ke atas, dan samapi pada pendulumku, aku menyuruh mama menjilati pendulumku dengan lidah mama, sambil tangan mama tetap mengocok kontolku. “Ahhh…mam…mama…ahhh…enak mah….ahhh…gila…mama pintar banget ngocok…ahhh..”desahku, dan kemudian mama semakin bersemangat menjilat dan mengocok kontolku mendengar aku yang semain mendesah keras. “Ok…ahh…mah…sekarang jangan dijilat, coba mama masukkan kontolku ke dalam mulut mama” perintahku pada mama, dan mama yang memang sepertinya sudah kembali terangsang tanpa basa-basi langsung memasukkan kontolku ke dalam mulut mama, dan aku sedikit menjambak rambut mama, untuk memulai mengajari bagaimana caranya nyepong. Ketika kontoku baru setengahnya memasuki mulut mama, aku sedikit menjambak rambut mama, supaya mama mengeluarkan kontolku kembali, namun sebelum kontolku sepenuhnya keluar dari mulut mama, aq langsung menekan kepala mama agar kontolku masuk kembali ke dalam mulutnya, dan sepertinya mama langsung mengerti apa yang kumau, karena mama langsung mengoral kontolku dengan gerakannya sendiri, tanpa perlu kumbimbing kembali. “Oh…great mom…yes….suck me more…mama bener-bener wanita binal…terus hisap lebih dalam mah, mainkanjuga dengan lidah mama di dalam mulut” sahutku. Mama melakukan apa yang kususuruh, dimana sambil mengoral kontolku dia memainkan kontolku di dalam mulutnya dengan lidahnya, ini membuat aku semakin kegelian. “Ok mah, sekarang coba mama sepong kontol Ken sambil dipadu dengan kocokan tangan seperti film yang sedang diputar mah, mama ngerti kan” sahutku, mama tidak menjawab, namun langsung menyepong kontolku sambil kali ini mengocoknya dengan tanganku ketika dia mengeluarkan kontolku dalam mulutnya, kemudian mama menghisapnya lagi. Gerakan ini semakin membuat aku tidak kuat, sepertinya aku akan keluar sebentar lagi. “Ahhh…mah….mamah…akh…Ken udah ga kuat mah…ahh…ah….mamahhhhhhhhhh…ahhhhhhh”desahku kencang dan bersamaan dengan itu aku kemudian memuncratkan pejuku dengan deras di dalam mulut mama, dan mama seeprtinya kewalahan menerima pejuku yang begitu banyak. Sepertinya ada sebagian pejuku yang tertelan oleh mama. “Oke mah, sekarang coba kelar kan air mani yang ada di mulut mama, keluarkan lewat mulut mama perlahan-lahan” sahutku pada mama, dan mama langsung mengeluarkan air mani yang ada di mulutnya perlahan-lahan, sehingga kini dari bibir mama mulai keluar air maniku yang tadi mama hisap, dan mulai berjatuhan ke lantai, sepertinya air mani yang mama tampung di mulut banyak sekali. “Oh mamah…mama bener-bener tampil binal mah kalau lagi kaya begini, gimana mah rasanya nyepong untuk kali pertama?” sahutku. “Emh…enak sekali Ken, ternyata nyepong kontol cowo itu enak banget yah” sahut mama dengan mulut yang masih banyak bekas sisa sperma aku. “Hehehehe…tenang saja mah, nanti kalau mama masih mau akan Ken kasih ya sayang” sahutku sambil membelai rambut mama. “Ayo sayang, sekarang kita bersiap berangkat, kita akan membeli pakaian yang mama butuhkan” sahutku. “Ok sayang, mama mau mandi dulu ah, badan mama bau sperma niy” sahut mama Dan ketika mama akan pergi ke kamar mandi aku dengan sengaja menepuk pantat mama dengan sedikit keras. “Aww…sayang kamu nakal yah sama mamah” sahut mama dengan nada genit. Akhirnya mama masuk ke dalam kamar mandi, sementara aku membereskan film dvd yang tadi kutonton bersama mama, ternyata nonton film porno bareng sama mama memang memberikan sensasi yang lain. Setelah mama mandi,kali ini giliran aku yang mandi, dan setelah itu aku dan mama langsung pergi ke sebuah mall, dan langsung menuju ke sebuah butik pakaian yang ada di dalam mall tersebut. Intinya saat itu aku membelikan mama beberapa stel cd g string hitam, garter, bh hitam, dan pakaian dalam bermodel bustier yang seksi dengan berbagai bahan baik satin, ataupun yang transparant. Untuk pakaian, aku membelikan mama baju yang ketat dan memperlihatkan belahan dada mama, baik itu kaos, tanktop, camisole, dan untuk celana pendek aku memilihkan mama celana rok mini ketat dan pendek, hot pant, atau mini skirt. Untuk pakaian tidur aku memilihkan mama baju tidur yang semi transparant dan jenis baby doll yang pendek dan seksi, untuk sepatu aku menyuruh mama untuk membeli model higheels. “Aduh Ken…mama jadi sedikit ga percaya diri niy…kamu yakin mama cocok pakai pakain seperti ini” sahut mama. “Tenang saja mah, Ken yakin kok mama pantas memakai pakaian seperti ini, pakaian yang selama ini mama pakai itu sudah ketinggalan jaman mah, mulai saat ini mama harus memakai pakaian yang seperti ini ya sayang” sahutku Mama hanya tersenyum saja ketika aku berbicara seperti itu. “Terserah kamu saja Ken, mama siy nurut saja apa katamu” sahut mamaku. Akhirnya aku dan mama langsung pulang ke rumah, dan ketika aku dan mama sudah sampai rumah, kusuruh mama memakai camisole yang semi transparant, bh hitam satin, mini skirt berbahan satin, g-string, dan garternya, serta stocking jaring. Kemudian mama masuk ke dalam kamar, dan beberapa saat kemudian mama keluar dari kamar dengan sudah memakai semua dandanan yang aku minta ke mama untuk dipakai. Betapa terkejutnya aku ketika melihat penampilan mama kali ini, mama benar-benar seksi dan cantik, jujur aku baru kali ini melihat tampilan mama yang lain dari biasanya. “Wah mah, mama seksi sekali” sahutku sambil menghampiri mama, dan setelah aku menghampiri mama, aku tak membuang waktu lama, langsung aku mencium bibir mama saat itu juga, dan mama membalas ciumanku dengan ciuman yang tak kalah ganas dari aku. Saat berciuman, tangan mama mulai memegang kontolku yang masih tertutup celana. Sepertinya mama memang pandai meniru gerakan yang sudah diperagakan oleh film porno yang mama sudah tonton bersamaku tadi pagi. Akupun langsung membuka celanaku, sehingga kontolku langsung tegak menjulang. Mama langsung menghentikan ciumannya padaku, dan mama langsung berlutut dihadapanku, dan langsung kembali menyepong kontolku dengan mulutnya. “Ohh…mah…mama pintar banget…ahhh…ahhh…”desahku sambil membelai rambut mama. kulihat mama menyepong kontolku sambil mengkombinasikannnya denngan kocokan tangannya. Mama tidak terlihat seperti wanita yang baru diajari nyepong, bahkan mama terlihat seperti wanita yang sudah profesional sekali melakukan sepongan, tidak kalah dengan yang ada di film porno yang kutonton tadi pagi. Akupun dibuat kelojotan oleh tingkah laku mama ini. tak lama kemudian aku menyuruh mama berdiri, dan kuajak mama ke dekat sofa tamu. Disitu kusuruh mama duduk, dan aku meregangkan kedua kaki mama, sehingga otomatis rok mini skirt yang sudah pendek semakin naik dan memperlihatkan cd g string hitam yang mama pakai, yang masih lengkap dengan garternya yang melekat di stocking hitam yang mama gunakan. Aku langsung membelai bagian vagina mama, dan ternyata vagina mama sudah basah. Mama terlihat mendesah-desah sambil mulai menggeliat-geliatkan tubuhnya. Setelah aku puas mempermainkan vagina mama dengan tanganku, kemudian kali ini aku mulai mendekati mulutku, dan tak lama mulai menjilat bagian vagina mama yang masih tertutup dengan cd g stringnya. “Ahhhh…Ken…sayang…ouh…apa yang kamu lakukan sayang…ah…ah…itu jorok ah….auhhh..ah…mama geli…aihhhh…ohhh…nikmat sayang…ahh”desah mama, kulihat kali ini mama sedikit mengangkat bagian pinggulnya, sepertinya mama memang belum pernah menerima rangsangan yang seperti ini. aku terus menghisap memek mama, dan menjulurkan lidahku ke dalam vagina mama, kukorek semua bagian vagina mama dengan lidahku, dan karena kurasa cd g string mama sedikit mengganggu, maka akupun segera melepas cd g string dan celana rok mama, dan langsung melanjutkan kembali menghisap vagina mama. vagina mama terasa asin di dalam mulutku, namun ini semua semakin menambah nafsuku pada mama, dan aku semakin menghisap dengan kuat vagina mama. lidahku mengobarak-abrik semua bagian dalam vagina mama, dan mama semakin mendesah kenikmatan. “Ah…sayang…sayang….ohhh…nikmat sayang…ahhhh…ahh…yeahhh…fuck me baby…fuck your mom honey” desah mama semakin binal. “Oh mom, you yant to fuck” sahutku “Yes honey, i want it, please i need it” seru mama Aku langsung mengarahkan kontolku yang memang sudah mengeras ke arah vagina mama, namun aku tidak langsung mengentot mamaku, untuk permulaan aku ingin lebih menyiksa mama dengan hanya menggesek-gesekkan kontolku di lapisan luar vaginnanya. “Ahhh…sayang…please…ahhh…mama udah gatal…udah ga tahn…please…sayang…entot mama…mama ga tahan kalau begini”sahut mama dengan sambil mengatakan perkataan yang belum pernah selama ini mamaku mengatakannya, sepertinya sifat mama sedikit demi sedikit mulai berubah. Mama sepertinya sangat haus akan seks. Akhirnya kali ini aku benar-benar mengarahkan kontolku ke bagian vagina mama dan dengan lembut dan perlahan aku mulai menekan kontolku ke bagian vagina mama, sehingga kini kontolku sudah mulai masuk sebagian ke dalam vaginanya. “Ohh…mah…vagina mama memang legit…nikmat banget, baru masuk setengah saja legitnya sudah terasa…Ken yakin, kalau kaya gini pasti masih banyak cowo yang pengen ngentot sama mama, mulai sekarang mama ga perlu ngomong sopan ya mah…Ken suka ngedenger mama berkata binal seperti tadi…hahahahah”sahutku “”Iya sayang…tolong masukkan semua kontolmu ke dalam vagina mama sayang, please…mama ga tahan sayang…ahh…ahh…jaangan setengah-setengah seperti itu…ah…mama mau yang lebih say…” sahut mama dengan sedikit desahan. “Ohh…jadi mama mau yang lebih ngentotnya dari ini sayang?” sahutku. “Iya say…mama ingin dientot lebih dari ini” sahut mama dengan nada yang sudah binal. Akhirnya tanpa menunggu waktu yang lama aku mulai memasukkan kontolku ke dalam memek mama seluruhnya, dan iu membuat mama semakin mendesah hebat. “Ohhhhh…Yess…great honey….yesss…fuck your naughty maother…ohh…ahhh” desah mamaku semakin binal. Sepertinya mama sudah tergila-gila dengan seks yang aku berikan. “Mah, kita pinda ke ranjang yuk” pintaku pada mama. “terserah kamu sayang, mama siap melayani kamu dimanapun” sahut mama. maka akupun menggendong tubuh mama, dan mama melingkarkan kedua tangannya ke leherku. Akupun membawa mama yang sudah kugendong menuju ke kamarku, sambil berjalan menuju kamar, aku tetap memasukkan kontolku ke dalam vagina mama. “Mah, hari ini Ken akan mengarjarkan gaya yang baru sama mama, bersiaplah mah” sahutku. “Oh sayang, mama tidak sabar menunggu gaya baru yang akan kamu ajarkan ke mama sayang” sahut mama. aku berencana ingin mencoba anal seks dengan mama, jujur aku sendiri belum tahu bagaimana rasanya. Sesampainya di ranjang, aku melempar tubuh mama ke ranjang, dan masih tetap tubuh mama kuentot seperti biasa dengan menggenjot vaginanya, dan mama masih tetap mendesah seperti biasanya. Setelah beberapa saat, aku menyuruh mama mengulum kembali kontolku yang baru saja dimasukkan ke dalam vaginana dengan mulut mama, dan mama juga mengulum kontolku. Sambil mengulum aku menarik camisole mama ke atas agar terlepas dari tubuhnya, sehingga saat ini mama hanya mengenakan bh hitam, garter, dan stocking, tak lama kemudian aku menyuruh mama bergaya seperti doggy style, dan aku berada di belakang mama, hanya saja kali ini sasaranku bukan vagina mama melainkan adalah lubang pantat mama. aku ingin merasakan bagaimana kalau kontolku dimasukkan ke dalamnya. Aku memulai dengan menusuk ke bagian lubang anus mama. “Oh Ken..apa yang kau lakukan sayang…jagan dimasukkan disitu” sahut mama dengan nada sedikit panik “Tenang mah, mama coba dulu dunk sayang, rasanya enak kok, kaya vagina mama waktu pertama kali dimasukkan oleh kontol papa juga ga biasakan, tapi sekarang enakkan” sahutku sambil terus menghujamkan kontolu ke dalam anus mama. “Ahhh…ohhhKen…Ahhh…sakit…ahhhh…sakit say….ahhhh” desah mama sambil sedikit mendesah sambil menahan sakit. “Ohhh…nikmat banget sayang…ahhh…ahhh…nikmat banget mah” desahku “Ahhh…ahhhh…Ken…ahhh…sakitttt…sakit sekali sayang…ahhhh…ah…” desah mama sambil meringis menahan sakit ketika kontolku sudah masuk sebagian ke dalam anusnya. “Sabar ya mah…ahhh….shhhh…ah….sabar mah…ntar lama-lama juga enak ko mah…ini hanya pertama saja ko sakit, nanti lama-lama mama pasti bakalan minta lagi” sahutku, kali ini kulihat hampir seluruh kontolku masuk ke dalam anus mama, dan aku kembali menariknya keluar perlahan, dan langsung memasukkannya kembali. Awalnya memang sangat sulit menggenjot bagian anus mama. ternyata untuk menggenjot bagian anus, dibutuhkan tenaga yang ekstra dibanding memasukkan kontolku ke vagina mama, karena lubang anus mama sangat kecil dan sempit. Setelah beberapa saat aku melakukan anal dengan mama, kulihat mama sudah tidak meringis kesakitan lagi, bahkan kali ini mama hanya mendesah-desah saja, sepertinya mama sudah mulai menikmati permainan anal dariku. Tubuh aku dan mama saat itu sudah banjir dengan keringat, namun mama masih terus untuk mengimbangi permainanku. Setelah beberapa saat kemudian, aku melepaskan kontolku dari anus mama, dan langsung menghujamkan ke dalam vaginanya, masih dalam posisi doggy style, kembali aku genjot mama dari belakang, terlihat di depan cermin wajah mama yang penuh dengan gairah sedang dientot oleh anaknya. “Ahhh…ah…ah…emhhh…shhhh…ahh…yeah….ahh…nikmat…auhh” desah mama semakin meracau, akupun juga semakin mempercepat genjotanku dari arah belakang. “Ahhh…ah…mamah….ahhh…mahh…ahhhh…Ken udah ga tahan mah…ahh..Ken mau keluar…ahhh” desahku. “”Iya sayang…mama juga sudah mau keluar…ahhhhh…ahaaa…ahhh…kita keluar bareng-bareng ya say…ahhh…say….ahhh…sayang…..aaaahhhhhhhhhhhh” desah mamaku menjerit “Ahhhhhhh….Mamaaaaaaaa…ahhhhhhhhhhhhh” desahku berbarengan dengan desahan mama, dan “Crotttttt…crot…crottt…”spermaku langsung menyembur deras di bagian vagina mama. akhirnya aku dan mama terkulai lemas di ranjang, tubuh kami berdua benar-benar sudah basah dengan keringat. “Mah, mama terlihat lebih seksi mah kalau pake stocking dan garter kaya gini, mama ga keberatan kan kalau mama terus memakai stocking kaya gini” sahutku pada mama. “Tidak sayang, asal kamu senang, mama akan memakai stocking dan garter ini untuk kamu” balas mama. “Mah, mama tau ga, waktu kita berdua tadi ngentot, mama benar-benar binal mah, Ken suka banget sama gaya mamah waktu tadi, apa mama kalau sama papa juga sebinal ni ya kalau di ranjang” sahutku mencoba mencari tahu. “Tidak sayang, mama belum pernah merasakan sebinal ini kalau lagi ngentot sama papamu, Cuma kamu yang bisa membuat mama sebinal ini di ranjang, kan yang ngajarinnya kamu, gimana siy” sahut mama. “Oh ya mah nanti malam Ken mau ajak mama ke suatu tempat, apa mama mau ikut?” “Loh, emangnya mau kemana kamu nanti?” tanya mamaku “Sudahlah, nanti juga mama tahu kok mau kemana, pokoknya nanti malam mama” dandan yang seksi ya” sahutku” “Ya sudah, mama siy oke-oke aja, yang penting kamu seneng sayang” sahut mama dengan nada mesra Karena kecapean, siang itupun aku dan mama sempat tertidur di ranjangku. Akupun tidur dengan tanpa mengenakan apapun, kecuali mama yang masih mengenakan stocking dan garternya. Malampun akhirnya tiba, dan saat itu aku sudah bersiap kembali menunggu mama di ruang tamu, sepertinya mama masih merias diri di kamarnya, dan tak berapa lama kemudian, akhirnya mama keluar, dan langsung sangat menyita perhatianku, karena kali ini mama memakai baju terusan bermodel kemben ketat, dengan dipadu warna loreng harimau dari corak kemben tersebut, dan kemben tersebut juga memperlihatkan belahan dada mama yang memang montok, dan padat. Baju model kemben terusan yang dipakai mamaku juga mempress body, dan sangat pendek untuk bagian celananya, juga mama melapisi bagian pahanya dengan stocking jaring hitam dan sepatu higheels hitam, untuk wajah, bibir mama sudah dilapisi oleh lipstick, dan dipadu dengan lipgloss, serta dengan mata yang sudah memakai eye shadow. Ini semua menambah keseksian dan kecantikan mama. bahkan dengan make up seperti ini aku bahkan hampir tidak mengenali mama ketika mama menampakkan wajahnya kepadaku waktu pertama kali keluar dari kamarnya. Mama yang selama ini tampil apa adanya dan jarang berdandan kali ini benar-benar membuatku pangling. “Ma…Ma…Mamah….? Ini beneran mamah kan…? “sahutku dengan nada gemetar dan masih tak percaya dengan apa yang sedang kulihat. “Loh…kenapa Ken, ada yang aneh ya dari mama? apakah mama jelek Ken kalau berdan-dan seperti ini? Aduh mama jadi ga percaya diri dey, sebaiknya mama hapus saja ya make upnya” sahut mama sambil mencoba membalikkan badannya membelakangiku. Aku dengan segera menahan tangan mama. “Jangan diganti mah…mama cantik banget…Ken sampe pangling ngeliat mama dengan penampilan yang seperti ini, mama seksi sekali…” sahutku memuji mama. “Benarkah Ken…kamu suka dengan penampilan mama yang seperti ini? sahut mama “Mah…sudah sejak dulu Ken memimpikan untuk mama memakai pakaian seperti ini, karena dengan tubuh mama yang seksi kaya gini, sangat sayang sekali mah kalau mama memakai pakaian yang biasa saja, apalagi setelah di make up, mama jadi cantik banget mah, Ken aja hampir tidak mengenali mama, lihat mah, “dede” ku saja sampe bangun lagi ngeliat penampilan mama yang kaya gini” sahutku sambil menunjukkan ke mama kontolku yang keras yang masih dilapisi dengan celana. Mama tampak hanya tersenyum melihat hal itu. “Kamu ini Ken aneh-aneh aja…masa baru ngeliat gini aja itu kamu sudah tegang” sahut mama “Mah, itu tandanya dandanan mamah seksi banget, makanya Ken jadi ngaceng kaya gini, tanggung jawab niy, gara-gara mamah siy” sahuku sambil mengggoda mama “Loh kok gara-gara mamah siy…kenapa jadi mama yang disalahin?” sahut mama protes “Iya, gara-gara mama yang terlalu cantik dan seksi malam ini, makanya kontol Ken jadi bangun dey” sahutku. “Iya…iya…mama akan tanggung jaawab, sini coba mama tidurkan dulu “dede”nya’ sahut mamaku, dan saat itu mamaku yang sudah ada di hadapanku, langsung berlutut dan membuka resleting celanaku, dan mama mengeluarkan kontolku yang sudah tegang dari dalam celanaku, sehingga kontolku langsung tegak menantang pas di depan wajah mama. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, mama langsung memasukkan kontolku ke dalam mulutnya yang seksi, akupun mulai membelai rambut mama, sambil mama tetap mengoral. Sambil mengoral, mama juga sesekali memadukannya dengan mengocok kontolku dengan tangannya, dan kemudian mengoral kembali kontolku. Jilatan lidah mama sangat terasa sekali ketika mama memasukkan kontolku ke dalam mulutnya. Sepertinya mama memang sudah sangat profesional sekali dalam mengoral kontolku, dan tidak membutuhkan waktu lama, akupun sepertinya sudah tidak tahan lagi dengan gaya mengoral dari mama, dan aku langsung memuntahkan spermaku di dalam mulut mama, mama menerima semua sperma yang aku keluarkan ke dalam mulutnya, dan yang lebih di luar dugaanku adalah mama menelan semua spermaku itu ke dalam mulutnya. “Emhhh…enak banget Ken spermamu…mama sampai menelan habis sperma kamu” sahut mama “Hehehe…sepertinya mama sudah kecanduan dengan kontol ya, gimana…enak juga kan mah rasanya nyepong?” sahutku “Iya sayang, ternyata nyepong kontol itu enak banget ya, awalnya siy memang agak aneh rasanya, cuma lama kelamaan jadi enak, dan kalau mulut mama belum nyepong, rasanya mulut mama ga enak niy jadinya sekarang” sahut mama dengan nada binal. Sepertinya tingkah laku dan perkataan mama selama mama ada di jakarta benar-benar sudah berubah. Mama yang dulunya sangat sopan dalam berbicara, kini ssudah berani bicara hal-hal yang jorok, dan yang paling kentara dengan perubahan mama adalah gaya berpakaian dari mama, mama yang dulunya sangat sopan dalam berpakaian kini mama malah sangat terbiasa untuk memakai pakaian seksi yang memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya, dan jika keluar denganku, mama selalu memakai stocking dan rok pendek yang mengundang birahi yang melihatnya, dan tak jarang banyak tatapan para pria nakal menatap tajam tubuh mama ketika mama lewat, tentu saja aku tahu apa yang ada dipikiran mereka adalah pasti ingin mengentot dengan mama. Akhirnya malam itu aku dan mama pergi keluar dengan menggunakan mobil, aku memacu mobil menuju ke sebuah diskotik yang terletak di salah satu daerah di kawasan Glodok. Awalnya mama agak ragu ketika akan memasuki diskotik, maklum mama pasti punya pikiran yang negatif jika orang sudah masuk ke tempat seperti ini, namun aku berusaha meyakinkan mama, bahwa aku membawa mama kesini hanyalah untuk membahagiakan dirinya, dan hanya untuk refreshing. Dan setelah beberapa saat kubujuk, akhirnya mama mau untuk masuk ke dalam diskotik. Ketika mama memasuki diskotik, banyak tatapan para pria langsung menuju ke arah mama. dan sepertinya mama agak risih dengan keadaan seperti itu. “Aduh Ken, sebaiknya kita pulang saja ya, mama ga betah niy di tempat seperti ini, sepertinya banyak mata para pria yang menatap mama, dan sepertinya pandangan mereka banyak ke mama” sahut mama dengan nada sedikit risih. “Mah, mama ga usah nanggepin semua itu, disini adalah tempat orang have fun, kalau mereka melihat tubuh mama, ya biarkan saja, berarti memang terbukti kan kalau mama memang punya body yang aduhai” sahutku “Ahh…kamu bisa aja sayang…terus sekarang kita mau ngapain niy disini” sahut mama. “Tenang saja mah, pokoknya malam ini Ken akan buat mama happy” sahutku. Akupun mengajak mama untuk melihat-lihat lebih ke dalam, dan mencari meja yang kosong. Dentuman house musik semakin menambah semarak suasana diskotik. Akhirnya setelah beberapa saat mencari, aku menemukan sebuah meja kosong yang berada di sudut ruangan. Aku mengajak mama untuk duduk di ditu, dan tak lama seorang waitress menawarkan kami minuman. Aku memesan sebotol bir dan long island untuk aku dan mama. “Ken, kamu sering kesini ya…kok sepertinya kamu ga canggung datang ke sini, pasti kamu sering ya kesini” sahut mama “Yah Cuma sesekali aja siy mah kalau lagi suntuk aja, lagian kan Ken ga berbuat yang aneh-aneh disini, orang Cuma ingin have fun doang kok” sahutku “Dasar kamu nakal ya…, lagian kok kamu betah siy di tempat seperti ini apa have funnya” sahut mama sambil mencubit pinggangku. “Tenang mah, nanti juga mamah tau dimana have funnya…”sahutku Tak berapa lama kemudian minuman yang kami pesan pun sudah datang, dan aku menyodorkan ke mamah segelas long island untuk diminum. “Aduh ken, mama ga biasa ah minum-minuman seperti ini…kamu saja deh yang minum, mama temenini kamu saja ya” sahut mama “Ayo lah mah, kan kita kesini mau have fun, kalau mama ga minum gimana mau have fun” protesku Akhirnya karena mamaku merasa tidak enak denganku, mama akhirnya meminum minuman long island yang sudah dipegangnya, dan karena memang minuman tersebut beralkohol tinggi, maka dalam satu teguk saja, kulihat muka mama sedikit mulai merah. Kemudian aku kembali menyodorkan segelas long island kembali kepada mama. “Sudah Ken, mama sedikit pusing niy…kamu saja deh yang minum” sahut mama “Mah, ayolah, sedikit lagi…masa mama kalah siy sama minuman kaya gini” sahutku dengan nada menantang. Setelah beberapa lama aku sedikit memaksa, akhirnya mama mau juga meminumnya, dan setelah mama meminum segelas kembali, mama terlihat sudah benar-benar mabuk, dan sepertinya bicaranya juga sudah mulai sedikit ngelantur. “Mah, gimana kalau sekarang kita dance…” sahutku “Ayo sayang, mama juga bosan niy duduk terus disini” sahut mama Akhirnya aku mengajak mama untuk ke bagian tengah diskotik tempat orang berjoget-joget ria, dan mama langsung mulai menari-nari mengikuti irama dentuman musik, sedangkan aku, tepat berada di depan mama, kedua tangan mama dirangkulkan ke pundakku sambil terus menggoyangkan tubuhnya, sedangkan kedua tanganku merangkul pinggang mama, sambil berjoget mengikuti irama musik. Sambil berjoget, mama dalam keadaan mabuk masih bisa tersenyum kepadaku. “Ken, ternyata enak juga yah disini suasananya…mama suka sama tempat ini, kamu harus temani mama menari ya sampe mama puas”sahut mama dengan keadaan yang mabuk. “Ok mama sayang, Ken akan menemani mama menari sampe mama puas” sahutku sambil menepuk bokong mama. “Ah payah luh Ken, masa nepok pantat mama pelan kaya gitu siy, kencengan dikit napa” sahut mama dengan nada yang sudah makin ngelantur. “Ploookkkkk…akhirnya aku menepuk pantat mama kedua kalinya, namun kali ini dengan sedikit keras dan bertenaga. “Ahhhh…kamu nakal sekali sayang” sahut mama dengan nada genit kepadaku. “Siapa suruh mama terlalu binal, kamu benar-benar wanita paling binal mah”sahutku pada mama “Apakah kamu tidak suka punya mama kaya gini sayang”sahut mama menantangku sambil masih terus berjoget. “Suka mah…Ken suka banget…semua tubuh mama dari atas sampai ke bawah Ken sangat suka mah, benar-benar perfect…makasih ya mah buat semuanya, sampai saat ini Ken aja masih ga percaya tubuh mama benar-benar sudah jadi milik Ken” sahutku kepada mama dan kulihat mama hanya tersenyum saja. “Ken sayang, maafin mama ya kalo mama Cuma bisa membayarnya dengan tubuh mama karena kamu sudah sering menjadi korban ketika mama dan papa bertengkar. Selama ini kamu benar-benar kurang kasih sayang, dan inilah saatnya mama membayar semuanya, mama akan melayanimu semampu mama sayang, saat ini mama adalah pelacurmu, pakailah tubuh mama untuk kesenanganmu sayang” kata mamaku ketika semakin kacau omongannya karena pengaruh miras. “Oh mama sayang, mama benar-benar pelacur papan atas Ken jadi makin suka dan sayang sama mama” sahutku. “Ohh Ken sayang, mama jadi horni niy, lebih baik kita keluyar daari tempat ini sekarang ya sayang, soalnya mama udah ga tahan pengen dientot” sahut mama. Akhirnya aku membawa mama keluar dari diskotik, dan langsung menuju ke mobil, karena mama dan aku sudah semakin terangsang, aku dan mama sempat berciuman dengan penuh nafsu sebelum aku dan mama memasuki mobil, bahkan di dalam mobil aku dan mama juga sempat berciuman, lidah kami saling jilat, dan saling hisap. “Ken, cepat bawa mama ke ranjang, mama udah ga tahan banget, kamu bener-bener udah bikin mama nafsu” sahut mama. “Sabar sayang, kita masih punya banyak waktu, Ken pasti akan puaskan mama di ranjang malam ini” balasku. Selama aku menyetir, tangan mama dengan sangat ganas terus memegang kontolku, dan berusaha mengeluarkan kontolku dari balik celana, setelah kontolku keluar, tanpa membuang waktu lagi mama langsung mulai menyepong kembali kontolku, tangan kananku memegang setir, sedang tangan kiriku mengelus elus rambut mama. “Ahh…mah…uh…nikmat banget sepongan mamah”sahutku sambil mengendarai mobil. Akupun segera mempercepat mobil yang kukendarai, dan tak berapa lama, kamipun sampai di rumah, aku membopong mama yang masih terlihat mabuk, dan ketika sudah sampai di kamar mama memintaku untuk menurunkannya, setelah itu kamipun kembali berciuman, aku dan mama kembali melakukan french kiss, dan kali ini mama sedikit ganas, terkadang mama malah menggigit bibirku, akupun tak mau kalah, langsung menjambak rambut mama, dan langsung melemparkannya ke ranjang. “Dasar pelacur jahanam, beraninya kamu menggigit bibirku, sepertinya mama minta dikasarin ya” sahutku. “Ayo sini sayang…malam ini mamamu ini adalah pelacurmu”sahut mama yang sudah semakin menantang di ranjang. Akupun segera maleoaskan semua pakaianku, dan langsung menyergap mama yang sudah lebih dulu di ranjang, malam itu aku sedikit mengasari mama, ku buka paksa kembennya, sehingga payudara mama langsung keluar menantang, aku pun langsung menghisap sepasang payudara mama secara bergantian, bahkan tak jarang puting payudara mama kugigit, bahkan sesekali kutarik puting susu mama. “Ahhh…emhh…sakit….ahhh…bangsat kamu Ken, kamu perkosa mamamu lagi ya”sahut mama. “Diam kamu lonte…bukannya kamu sendiri yang bilang tubuhmu semuanya milikku, jadi jangan banyak complain”bentakku. Akupun semakin beringas dan memaksa mama membuka rok mini dan g-stringnya, sehingga saat ini mama hanya mengenakan stocking dan garternya saja, tanpa membuang waktu akupun langsung merenggangkan kedua kaki mama, dan langsung menjilat vagina mama yang sudah basah, kujulurkan lidahku ke dalam vagina mama, dan kuhisap dengan kasar vagina mama, dan sesekali klitorisnya pun kugigit. “Ahhhhh…ahhh…shittttt…terus sayang…ahhh…nikmat…”mamaku semakin meracau dan kedua tangan mama kali ini menjambak rambutku dan menekan kepalaku agar lebih membenamkan kepalaku ke vaginanya. Setelah beberapa saat, aku meleoaskan jilatanku pada vagina mama, dan kali ini aku berdiri, dan mama berlutut di ranjang, kontolku langsung dihisap oleh mulut mama, sepongan mama kembali dipadukan dengan kocokan tangan mama, juga lidah mama sesekali menjilat bagian penisku, dan yang membuat aku tambah horny, sambil melakukan itu, mama menatap wajahku dengan tatapan yang nakal. “Ahhh…mah…kamu bener-bener tante nakal, binal dan liar, tatapan mama bener-bener tatapan pelacur mah, ayo terus mah, puaskan Ken”sahutku sambil kali ini mengelus-elus wajah mama. Kali ini kuposisikan mama duduk di ranjang, dengan kedua tangannya bertumpu di kasur, jembali kuregangkan kedua kaki mama, dan kali ini tangan jananku memulai mengelus vagina mama, setelah itu, aku mulai memasukkan satu jariku ke dalam vagina mama. “Ahhh…Ken…emhhh…ahhh…nikmat…geli…ahh” desah mama. Tidak cukup dengan itu, aku menambah satu jariku lagi bermain di vagina mama, sehingga kini dua jariku bermain di vagina mama. “Ohhhh…yahhh….ahhh…ahhh…Ken…apa yang kamu lakukan sayang…emhhh…geli” sahut mama. Kedua jariku mulai mengocok vagina mama, dan kulihat cairan di vagina mama semakin banyak. “Ken…ahhh…mas…mas Ken…ahhh…ahhh…Shinta udh ga kuat….ahhh..maassss…ahhhh…auhhhhhhh” desah mama semakin keras dan…”Crottttt…crt…..crett….crwttt”mama orgasme dengan membanjiri tanganku. Kulihat mamabsudah mulai terkulai lemas. “Ohh…mah…mama luar biasa di usia mama yang seperti ini mama bisa orgasme sebanyak ini, ayo mah sekarang jilat cairan vagina mama yang ada dibtanganku”sahutku sambil menyodorkan kedua jariku yang tadi kumasukkan ke dalam vagina mama, dan mama langsung memasukkan kedua jariku ke dalam mulutnya, dan menjilat habis semua cairan vaginanya. Tak berapa lama, aku dan mama memulai kembali ronde berikut, kali ini mama kuposisikan dengan woman on top, sehingga kini aku di bawah dan mama di atas. Mama mulai mencari posisi yang pas agar kontolku masuk ke dalam vaginanya, dan blesss…seluruh kontolku kali ini masuk dengan lancar ke dalam vagina mama, aku langsung mulai memompa vagina mama dengan kontolku. Aku memegang ke dua pinggang mama dengan tanganku, untuk membantu mama melakukan genjotan. “Ahhh…mas Ken…gila kamu…ah…kamu kuat banget di ranjang…”racau mama. “Mama juga hebat mah di ranjang, ga kalah sama pelacur yang lagi ngelayanin kliennya, harga tubuh mama pasti mahal kalau dijual”sahutku untuk menambah rangsangan sambil mulai kupercepat genjotanku. “Ahh…ahhmmm gila kamu Ken…ahh…ahh ..mama mau kamu jual…ahhh…kamu…ahhh…kamu seneng ya kalau mama jadi pelacur…ahh…ah…”racau mamaku semakin berbicara binal. “Ah…mah…mama itu ga cocok jadi ibu rumah tangga, mama lebih pantes jadi pelacur atau bintang film porno” sahutku sambil mulai mendesah keenakan, dan tanganku mulai meremas remas kedua payudara mama. “Ahhh…ah…ugh…yeah…iya say…mama akan jadi pelacur dari sekarang…ahhh”desah mama semakin menjadi jadi. Semua kata-kata jorok dan kasar yang aku dan mama lontarkan, itu semua menambah rangsangan untuk bermain lebih nafsu. Kali ini kuposisikan mama masih tetap diatas, namun posisi kedua tangan mama bertumpu di belakangnya, dan posisi tubuh mama agak rebah ke belakang, dengan posisi seperti itu, aku merasakan kontolku semakin dijepit dengan keras oleh vagina mama. Kulihat saat itu tubuh kami berdua sudah penuh dengan keringat. “Ahhh….gila…Shinta…memekmu legit banget kalau kaya gini, kamu bener bener wanita pemuas nafsu laki laki”sahutku. “Ahh…mas…ahh…Shinta juga nikmat banget…kontol mas bener bener ngerobek memek Shinta”sahut mama. Setelah beberapa saat, kali ini kuposisikan mama dengan gaya yang konvensional, dimana mama di bawah, sedangkan aku di atas menindih tubuh mama. Tanpa membuang waktu kuarahkan kembali kontolku ke vagina mama, dan bless…kembali kontolku masuk dengan kasar ke vagina mama, dan kali ini kupompa memek mama dengan intensitas yang cepat. “Ah…ah…ah…Ken…enak…ah…ah…mama udah mulai ga tahan lagi nih…ahh…ah…”desah mama. “Iya mah…ah…ah…tahan sebentar ya, Ken juga udah mau keluar niy”sahutku. “Ahh…ah…ah…Ken…ah…mama…mama…ga kuat sayang…ahhhhhhhhh”teriak mama mencapai orgasmenya yang kedua, dan di saat yang bersamaan akupun juga sudah tak kuat, langsung kuarahkan kontolku ke wajah mama, dan “crot….crot….crot…crt…”dalam sekejap spermaku membasahi seluruh wajah mama. Nafas kami berdua sudah tersenggal senggal. Di saat itu, aku masih sempat untuk mengambil hpku dan memfoto mama dalam keadaan seperti itu. “Ihhh…Ken…ko mama lagi gini kamu foto siy”protes mama. “Ga apa apa kan mah, sekalian buat jadi koleksi Ken kalau lagi mama ga ada”sahutku. “Dasar kamu, anak mama paling nakal, udah merkosa mama, sekarang malah foto mama dalam keadaan gini lagi”sahut mama. “Tapi mama suka kan diperkosa sama Ken?”sahutku. Kulihat mama hanya tersenyum saja menanggapi hal itu. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi, sepertinya aku dan mama sudah bermain selama 3 jam, ada perasaan bangga pada mama karena di usianya yang seperti ini masih sanggup melayani nafsu seksku yang menggebu gebu. Akhirnya malam itu aku dan mamapun tertidur karena sudah merasakan sama sama lelah. Semenjak kejadian itu, tingkah laku mama berubah total, mama yang dulu sangat sopan dalam berpakaian, kali ini malah selalu tampil memakai pakaian seksi jika di luar, dan sepertinya mama sudah tidak canggung lagi untuk keluar dengan pakaian seksi, juga cara bicara mama pun sudah sangat berubah, mama tidak canggung untuk berkata kata jorok di depanku. Dan mama selalu berdandan super seksi jika aku mengajaknya keluar. Sepertinya mama sudah bisa melupakan kisah tragisnya dengan papa. Dan memang, pada akahirnya mama dan papa bercerai, dan mama memutuskan untuk tinggal bersamaku, dan ini tentu membuat aku dan mama menjalani kehidupan yang bahagia, terutama dalam soal seks. TAMAT

BOKEP INDO TERBARU

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x